Banner image

Ayudya Bing Slamet: Fitur Kamera Bukan Untuk Selfie

“Saya tak ingin menjalani kehidupan, tetapi mengisi kehidupan”

Ponselgad.Com- Demikian jawab Ayudya Bing Slamet menekuni hobi fotografi, traveling, diving. Tiga aktifitas yang dilakukannya saling mengait dalam beberapa tahun terakhir ini. Untuk aktifitas fotografi selain menggunakan Fuji Compact LSR dengan lensa Canon, dara bernama lengkap Ayudya Chaerani ini juga menggunakan fitur kamera SonyXperia dengan semua aplikasinya digunakan dengan maksimal.

images (3)

Sebetulnya dia juga mempunyai iPhone, namun dia lebih sukaSony. “Di antaranya efek memblur latar belakang dan panorama,” ujar Ayudya ketika dihubungi ponsel beberapa waktu lalu. Sejumlah lokasi wisata sudah dikunjunginya. Yang paling anyar adalah Wakatobi, Belitung dan Kolaka, Sulawesi Selatan.

Itu sebab di antara media sosial yang diikutinya, Instagram termasuk yang paling penting. Baginya komunikasi bukan hanya kata-kata, tetapi juga lewat foto. Bukan hanya apa saja yang ditangkap lewat matanya sepanjang perjalanan diabadikannya, tetapi juga produk anak bangsa. Dia merasa berkewajiban membantu perkembangan produk-produk ini “Kalau aku membuat gambar dengan landscape biasa gunakan kamera compact, tetapi untuk foto bersama teman atau lupa baru pakai fitur kamera ponsel. Tetapi aku tidak suka selfie. Sekali-sekali dilakukan,” tutur dara kelahiran 13 September 1990 ini.

ay

Umumnya foto-foto yang dihasilkan untuk keperluan instagram sudah mencapai sekitar 300 foto. Ayudya juga mempunyai akun di Facebook dan Twitter. Untuk yang pertama ini dia juga merasa ada akun lain yang bukan dijalankannya. Namun dia tidak khawatir sepanjang tidak dipergunakan tujuan yang tidak baik. Wajar kalau alumnus sebuah jurusan bisnis Bina Nusnatara ini mempromosikan produk anak bangsa. Dia sendiri menekuni bisnis piyama sejak Mei 2013. Ayudya memainkan model dan motif untuk konsumen usia 16 sampai 45 tahun. Mereknya, Pejama Sleepwear, dikembangkan dengan konsep industri rumahan. Sejak Mei hingga Desember 2013, lini piama ini baru dua kali produksi. Produksi pertama menghasilkan 20 pieces. Berikutnya, 30. Maklum, Ayudia menangani bisnis ini sendiri. Kalau dapat panggilan syuting, otomatis proses produksi terhenti sementara. Satu motif hanya digandakan lima kali untuk menjaga eksklusivitasnya. Kegiatan syuting masih rutin dilakukannya. Kalau perlu sela waktu syuting digunakannya untuk traveling. Di antaranya ketika pergi Yogyakarta, diamenggunakan untuk wisata kuliner hingga main ke kampus-kampus. Ayudya mengaku berani melakukan traveling seorang diri, bukan sja naik pesawat seperti ke Bali, tetapi juga menumpang bus. Ada orang yang mengenalinya? “Oh, ada tetapi mungkin karena orang sekarang begitu sibuk, tidak banyak mengacuhkan. Paling ada yang minta foto bersama, “imbuhnya.

biofile