Banner image

Jian Batari Anwar : Blank Spot di Bangka

Ponselgad.Com- Syuting film Mentari dari Kurau memberikan pengalaman menakjubkan  bagi Jian Batari Anwar. Dalam film itu, dara kelahiran Asahan 15 Juli 1990 berperan sebagai guru di daerah Bangka Tengah yang memberikan perhatian besar kepada seorang muridnya yang harus bekerja agar bisa menghidupi dirinya dan sekaligus ibunya yang sakit sakitan. Dalam film itu Jian harus menggunakan dialek Melayu, padahal latar belakang keluarganya adalah Bugis. Nggak masalah karena aku lahir dan besar di Asahan yang penduduknya banyak menggunakan logat Melayu. Yang sulit adalah interaksi sosialnya karena aku 13 tahun di Jakarta,” kata Jian kepada PonseLgad di salah satu lokasi syuting FTV beberapa waktu lalu.

jian batari santai

Pengalaman lain ialah dalam berkomunikasi. Pada saat itu iPhone 5 ini tidak bisa memfungsikan 3Gnya di beberapa titik di Bangka. Itu artinya dia bisa bertelepon, tetapi tidak bisa berinternet, apalagi mengupdate status media sosialnya. “Boleh dibilang ada blank spot area. Malah kami pernah terdampar ke sebuah pulau yang tidak ada sinyal sama sekali. Jadi nggak bisa kontak teman-teman,” tutur Jian yang ditemani sang ibu di lokasi syuting. Jian menggunakan berbagai fitur dari iPhone 5. Fitur yang paling kerap digunakan selain untuk bertelepon dan SMS adalah internet dan sosial media. Anak pertama dari 4 bersaudara ini suka browsing situs artikel kesehatan, fesyen, hingga mencari barang yang diinginkannya.

 

Bintang film Legenda Sundel Bolong ini juga mempunyai akun di sejumlah media sosial, Facebook, Twitter,Instagram, path. Awalnya untuk media sosial sempat gamang karena kerap lupa menanggapi pesan yang masuk. “Akhirnya ada yang marah dan aku pasang private. Belakangan aku buka. Aku juga suka instagram karena banyak foto yang bisa bicara tanpa kata,” kata Jian.  Dara manis yang pernah menjadi Presenter Berburu di Trans 7 ini juga penggemar game. Dia mengaku suka main Candy Crush , Jewel Mania hingga High Day.

jian batari close up

Game-game ini membuatnya ketagihan. Nah, waktu syuting di Bangka dia sempat kehilangan hobinya karena game-game itu nyambung di internet dan makan kuota. Jian juga mengaku masih narsis dan menggunakan fitur kameranya. “Selama di Bangka aku nggak bawa kamera poket digital hingga fitur kamera iPhone 5 ini yang digunakan. Banyak landscape pantai di sekitar lokasi syuting yang bagus,” ungkap bintang FTV Aku Dijual Kakakku ini.

Selama berkarir di jagat hiburan, Jian membeli gadget hasil keringatnya sendiri. Bahkan gadget yang digunakan ibunya dan ketiga adiknya dia yang membelikannya. Namun biaya telekomunikasinya sendiri terhitung boros.